Bandung Raya

Di Asrama Polisi Genangan Hingga 2 Meter, Bupati Bandung Tinjau Lokasi Rawan Banjir

276views

Bandung, BANDUNG POS.ID – Bupati Bandung, HM Dadang Supriatna, meninjau lokasi rawan banjir di Asrama Polisi (Aspol) Cibiru di Desa Cibiru Hilir Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, Senin (10/10).

Bupati menemui para korban banjir di sana bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, serta melibatkan pemerintahan setempat dan sejumlah pihak lainnya turut membahas rencana penanggulangan banjir yang rawan terjadi di Aspol Cibiru.

Setiap memasuki musim hujan, asrama Polisi Cibiru masuk wilayah rawan banjir.

“Dulu genangan airnya mencapai 1 meter hingga 2 meter, disaat memasuki musim hujan, sehingga waktu saya masih anggota DPRD sempat menurunkan alat berat backhoe. Saat ini, saya jadi Bupati Bandung memang melihat di aliran sungai yang berdekatan dengan Asrama Polisi Cibiru terjadi kembali endapan sedimentasi yang sangat luar biasa sehingga terjadi pendangkalan. Akibatnya, aliran air sungai rawan meluap dan menggenangi permukiman warga,” tuturnya didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, Kadis Sosial Indra Respati, Kadisperkimtan, Wahyudin di lokasi rawan banjir Aspol Cibiru, Senin (10/10).

Secara hitungan teknis, lanjut Bupati, lokasi ini tidak mengindahkan data file rawan banjir, sehingga kondisinya seperti ini (rawan banjir).

“Bukan hanya Aspol Cibiru, ada Bumi Orange, termasuk Permata Biru juga rawan genangan air,” kata i, Supriatna.

Dalam penanggulangan sejumlah komplek perumahan di Kecamatan Cileunyi yang rawan banjir, tidak bisa diabaikan begitu saja. “Bagaimana kita mencari solusi. Tapi salah satu solusinya adalah kita harus bersama-sama melalui program pentahelix,” kata dia.

untuk penanggulangan atau penanganan banjir itu, lanjut bupati, dalam waktu dekat akanr
dmelaksanakan rundingan atau musyawarah.

“Seperti apa kira-kira rencana atau masukan dari BBWSC, dari Pekerjaan Umum seperti apa, kemudian dari PT. KAI seperti apa, nanti kita duduk bersama. Seperti kita melaksanakan program pentahelix di Ciwidey atau Pacira (Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali,” ujar Dadang.

Menurutnya pula, penanganan lingkungan di kawasan Pacira itu mulai dari kawasan Gunung Citiis sampai ke Sungai Leuwikuray.

“Alhamdulillah itu bisa berjalan,” katanya.

“Alhamdulillah, melalui program pentahelix salah satu buktinya di kawasan Ciwidey bisa selesai dan dilaksanakan hingga ke Leuwikuray. Dikerjakan bersama-sama dengan BBWSC. Insya Allah saya optimis dengan program ini, persoalan banjir di Cileunyi akan segera teratasi,” ujar dia.

Ia berharap paling lambat selama seminggu ke depan sudah ada keputusan dalam penanggulangan banjir di Cileunyi.

“Untuk antisipasi, kita akan bantu pompa dulu supaya tidak terjadi genangan air yang lama,” katanya.

Tetapi, menurutny lagi, langkah yang harus dilaksanakan secara cepat, yaitu pengerukan atau normalisasi sungai di kawasan Cileunyi tersebut.

Mulai dari Sungai Cipariuk sampai ke Sungai Cikeruh.

“Tentunya ini akan kita lakukan, tapi terlebih dahulu kita akan bahas, secara optimal sehingga pelaksanannya bisa dilakukan secara cepat, dengan harapan, manfaatnya bisa terasa oleh masyarakat,” tuturnya.

Dadang Supriatna pun turut menyikapi persoalan banjir di Bandung Selatan.

“Banjir Bandung Selatan, sudah mulai berkurang dibandingkan dengan tiga tahun atau 10 tahun yang lalu. Nah, kita sudah bisa rasakan dengan adanya Danau Cieunteung Baleendah dan Danau Andir Baleendah memang ada dampak, begitu juga dengan adanya Terowongan Citarum di Nanjung Margaasih sehingga sangat berpengaruh dalam mengurangi banjir di Kabupaten Bandung,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya Terowongan Citarum Nanjung itu, ritme debit air sungainya pun diatur dalam upaya mengurangi genangan air atau banjir disaat memasuki musim hujan.

“Tapi kita sudah berdiskusi dan berbicara dengan BBWSC, memang ada tanggungjawab dan rencana yang akan kita kerjakan, untuk saluran-saluran kecilnya di sekitar Andir Baleendah,” kata Bupati.

Untuk menindaklanjuti hal itu, ia pun berencana mengadakan rapat dengan BBWSC pada Minggu depan.

“Nah saya melihat yang tadinya seluas 2.500 hektare terendam banjir di Kabupaten Bandung, semakin ke sini semakin berkurang, mudah-mudahan ini semakin bisa teratasi, dengan solusinya kita harus segera membuat danau buatan atau embung-embung di lokasi rawan banjir. Insya Allah, pada bulan Februari 2023 akan diresmikan oleh Pak Presiden,” katanya.(akn/bp)

Leave a Response