Nasional

Bharada E Tidak Sampaikan Eksepsi: Saya Tidak Memiliki Kemampuan Menolak Perintah Jenderal

268views

JAKARTA, BANDUNGPOS.ID — Sidang perdana kasus pembunuhan Brigadir J dengan menghadirkan terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/10).

Bharada E hadir di persidangan dikawal petugas kepolisian dan pihak
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dalam sidang tersebut Bharada E tidak mengajukan eksepsi. Namun usai persidangan dia menyampaikan pernyataan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan bahwa Bharada E didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022.

Bharada E diduga melakukan tindak pidana pembunuhan berencana bersama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma’ruf.

Sidang perdana
Bharada E, kasus pembunuhan Brigadir J, di PN Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2022). (Foto: Tangkapan layar/ist.)

Usai menjalani sidang pembacaan dakwaan, tim pengacara Bharada E mempersilakan Bharada E berbicara kepada wartawan.

Mengawali pembicaraanya Bharada E menyampaikan turut berduka atas tewasnya Brigadir J. Dia memanggil Brigadir J dengan sebutan Bang Yos.

Berikut pernyataan lengkap Bharada E usai sidang dakwaan di PN Jaksel, seperti dilansir dafi CNN Indonesia:

“Mohon izin sekali lagi saya menyampaikan turut berbelangsungkawa yang sedalam-dalamnya untuk kejadiannya yang telah menimpa almarhum Bang Yos,” nampak terbata-bata.

“Saya berdoa semoga almarhum Bang Yos diterima di sisi Tuhan Yesus Kristus. Dan untuk keluarga almarhum Bang Yos, Bapak-Ibu, Reza, serta seluruh keluarga besar Bang Yos, saya memohon maaf”.

“Semoga permohonan maaf saya ini dapat diterima oleh pihak keluarga, Tuhan Yesus selalu memberikan kekuatan, serta penghiburan untuk keluarga almarhum Bang Yos”.

“Saya sangat menyesali perbuatan saya, namun saya ingin menyatakan bahwa saya hanyalah seorang anggota yang tidak memiliki kemampuan untuk menolak perintah dari seorang jenderal,” pungkasnya.(drd)

Leave a Response