Gaya Hidup

Benarkah Pakai Celana Jeans Ketat Membahayakan Kesehatan Mr. P?

329views

Penulis: Zahra Aminati

CELANA jeans merupakan salah satu jenis celana yang paling banyak dikenakan oleh pria. Selain dinilai nyaman, celana denim ini juga dapat digunakan untuk berbagai acara maupun aktivitas. Namun, khusus untuk pria, disarankan untuk tidak menggunakan celana jeans yang terlalu ketat. Mengacu pada sebuah studi, terlalu sering mengenakannya dapat berpengaruh negatif pada kesehatan Mr. P alias penis.

Seperti apa bahayanya? Simak selengkapnya lewat ulasan berikut ini.

Bahaya Celana Jeans Ketat untuk Penis Pria

Melansir dari Medical News Today, sebuah survei yang dilakukan pada 2.000 pria di  Inggris, celana denim ketat bisa menyebabkan infeksi saluran kemih, testis yang bengkok, kandung kemih yang melemah, serta kesehatan jangka panjang lainnya. Hasil yang didapat melalui survei tersebut adalah sekitar 50 persen pria yang memakai celana denim ketat mengalami ketidaknyamanan di pangkal paha. Lebih dari 25 persen pria yang mengikuti survei mengalami masalah pada kandung kemihnya. Sementara itu, 1 dari 5 pria yang mengikuti survei mengalami testis yang bengkok.

Seorang pakar kesehatan sekaligus brand ambassador TENA Men, dr. Hilary Jones, menjelaskan, bahwa pria yang memakai celana atau pakaian dalam ketat maupun tidak pas yang dapat membatasi area selangkangan dapat merusak kesehatan mereka. “Mengenakan celana ketat dalam waktu lama dapat menyebabkan infeksi saluran kemih yang menyebabkan kandung kemih bekerja berlebihan. Selain itu, masalah di kandung kemih dapat membuat jumlah sperma rendah dan terjadi infeksi jamur,” jelas dr. Jones.

Dampak lainnya adalah dapat membuat testis kekurangan udara dan terhambatnya aliran darah ke testis. Mengenakan celana denim yang ketat berpotensi menyebabkan spermatic cord (jaringan berbentuk tali yang melindungi testis) terpelintir, sehingga menghentikan aliran darah ke testis.

Kondisi tersebut akan membuat pria mengalami torsio testis. Torsio testis yang sudah menyebabkan nyeri perlu diatasi dengan cara pembedahan untuk menghindari kerusakan yang parah atau pengangkatan testis. Sering menggunakan celana denim ketat pada waktu yang lama juga akan menyebabkan infeksi saluran kemih. Sebab, akan memberikan tekanan yang berlebihan di selangkangan serta organ vital pria. Hal tersebut kemudian menyebabkan kulit di area tersebut kurang mendapatkan udara dengan baik. Kelembapan yang muncul pun akan memicu jamur berkembang dan masuk ke organ vital pria, serta menginfeksi saluran kemih.

Selain itu, celana denim yang ketat juga dapat meningkatkan suhu di sekitar penis. Menurut Ahli Embriologi Klinis di Pusat Ginekologi dan Kesuburan Dubai, dr. Mays Al Adham melansir dari Gulf News, “Efek inilah yang akan berdampak buruk pada produksi sperma dan kesuburan.”

Seperti diungkapkan pula oleh dr. M. Iqbal Ramadhan, penggunaan celana denim yang terlalu ketat dapat mengurangi jumlah sperma sehat dibandingkan menggunakan celana yang lebih longgar. “Hal ini karena penis kekurangan sirkulasi udara yang cukup,” ujar dr. Iqbal.

Suhu panas di sekitar testis dapat menurunkan jumlah sperma pria. Celana denim yang ketat dapat membuat testis lebih sering terpapar panas tubuh. Secara teori, dapat memengaruhi jumlah sperma, menurut Nemours Teens Health.

Saran Penggunaan Celana Jeans

Pada survei yang sama, ditemukan bahwa lebih dari 33 persen tidak mengetahui penggunaan celana denim yang benar. Hal inilah yang membuat pria keliru ketika memilih ukuran yang tepat dan berakhir dengan celana yang ketat. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan celana jeans bagi pria. Pertama, pilih dengan potongan yang longgar. Hal ini agar memberikan ruang untuk selangkangan mendapatkan udara serta kenyamanan saat menggunakan celana. Selain itu, pilihlah celana denim yang berbahan lembut. Ini penting agar tidak menimbulkan gesekan yang berbahaya bagi organ vital pria.

Seperti itulah ulasan mengenai bahaya memakai celana jeans ketat bagi pria. Bagi Anda yang tetap ingin mengenakannya setiap hari, gunakan yang berbahan lembut dan sesuai dengan ukuran tubuh.*(Sumber: KlikDokter.com)

 

Leave a Response