Daerah

Banjir dan Longsor Ancam Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen di Garut Selatan

211views

Garut, BANDUNG POS.ID – Banjir dan longsor yang terjadi di kawasan Garut Selatan, Kamis lalu, bukan hanya mengakibatkan kerusakan 1.644 unit rumah di 20 desa dari lima kecamatan.

Pasca bencana ini terjadi, ratusan hektar sawah pun tertutup lumpur yang dipastikan bakal mengalami gagal panen bagi pemiliknya.

Camat Pameungpeuk, Tatang Suryana, menyampaikan hal tersebut kepada wartawan, Minggu ( 25/9) di lokasi.

Masih menurut Tatang, banjir bandang dan longsor yang terjadi sekarang, merupakan bencana paling besar, akibat guyuran hujan lebat hampir selama dua hari terakhir.

Sementara Kepala Satuan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Satria Budi, mengatakan, selain pihaknya melakukan koordinasi dengan beberapa Dinas terkait, juga mendatangkan alat berat untuk membersihkan material yang terbawa arus banjir dan merendam ribuan unit rumah serta jalan desa dan provinsi.

“Alat dari Dinas PUPR Kabupaten Garut untuk melaksanakan pembersihan di lokasi Leuwisimar, Kaum Lebak kawasan Pameungpeuk,” ujar Satria Budi.

Selain itu, tambah Satria, pihaknya memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak soal kebutuhan air bersih.

Pelayanan kesehatan pun diberikan di posko-posko bencana.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, langsung meninjau lokasi banjir dan longsor di Kecamatan Cisompet dan Pameungpeuk, Senin (25/9/22).

Dalam kesempatan itu, Rudy mengatakan, pihanya, akan menganggarkan dana untuk membantu  korban banjir dan longsor tersebut Rp  1,7 miliyar.

Dana itu, katanya, antara lain untuk membantu warga yang rumahnya terendam lumpur dan rumah yang rusak ringan serta berat termasuk yang ambruk tertimbun longsor.(cnw/bp)

Leave a Response