Luar Negeri

Aneka Gorengan Indonesia Ramaikan Spring Bazaar di Namibia

224views

WINDHOEK, BANDUNGPOS.ID – Masyarakat Namibia, khususnya di Kota Windhoek, merayakan awal musim semi yang jatuh di Bulan September dengan mengunjungi berbagai spring bazar. Penulis yang tengah berada di Windhoek mendatangi beberapa spring bazar dan menikmati kuliner Indonesia di Namibia. Yuk, simak liputan singkatnya berikut ini:

  1. Spring Night Bazaar

Spring Night Bazar digelar pada Jumat (2/9) di Grove Mall, pusat perbelanjaan terkemuka di Windhoek. Kuliner Indonesia dijajakan oleh Warung nge-Meal yang dikelola oleh WNI asal Yogyakarta. Di Warung nge-Meal, penulis menikmati kesejukan udara malam Kota Windhoek dengan jajanan khas Indonesia seperti sate bakso, risoles, mie goreng, dan lumpia. Makanan gorengan Indonesia rupanya digemari oleh pengunjung yang memadati tenda Warung nge-Meal.

  1. Windhoek City Market Night Bazaar

Pada hari yang sama, penulis melanjutkan kuliner malam hari di acara Bazaar yang diadakan di halaman Hotel Windhoek Golf Country Club. Di bazaar ini, penulis mampir di stan Indolicious yang menyajikan makanan khas Indonesia, seperti, nasi dan mie goreng, sate ayam, risoles, dan martabak. Lagi-lagi aneka gorengan khas Indonesia, yang dikelola bersama-sama oleh WNI asal Jakarta dan Semarang itu diserbu para pengunjung bazaar.

  1. Droombos Bazaar

Acara spring bazar juga diselenggarakan di lodge eksekutif yang berada 10 km dari Pusat Kota Windhoek pada Sabtu (3/9) pagi hingga sore hari. Dengan atmosfer perkebunan yang sejuk, Droombos Bazaar menjadi ajang yang dinanti-nanti oleh warga Kota Windhoek.

Di Droombos Market juga terdapat jajanan khas Indonesia yang ditampilkan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Windhoek dalam rangka mendukung promosi kuliner oleh KBRI Windhoek. Selain aneka gorengan yang menjadi primadona, yaitu Risoles, Lumpia, dan Martabak, DWP juga mempromosikan Panada, Mie goreng, dan Sate ayam.

KBRI gencar mempromosikan kuliner Indonesia, meskipun menghadapi kendala bumbu masakan khas Indonesia yang tidak komplit di Namibia.  Dubes RI di Windhoek, Wisnu Edi Pratignyo, mengatakan bahwa promosi kuliner merupakan bagian promosi budaya. Melalui promosi rutin di bazar, aneka gorengan dan makanan khas Indonesia semakin dikenal di Windhoek.

“Diharapkan melalui kuliner, akan banyak warga Namibia yang semakin tertarik untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali,” ujar Dubes Wisnu.(Ari Hadiman, Sekretaris Pertama Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Windhoek)

Leave a Response