Luar Negeri

Mahasiswa FEB Unisba dan UiTM Malaysia Bertukar Perspektif tentang Pengelolaan Keuangan Negara

14views

NETRO BANDUNG, bandungpos.id – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Bandung (Unisba) memperoleh pengalaman akademik internasional melalui kegiatan Joint Lecture bertajuk “Finance Practices in Indonesia & Malaysia” yang diselenggarakan bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Kedah Branch, Senin (8/6).

Perkuliahan kolaboratif yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB tersebut dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta mengikuti kegiatan secara langsung di Gedung LPPM Unisba maupun secara daring melalui Zoom Meeting. Topik utama yang dibahas adalah praktik pengelolaan keuangan negara di Indonesia dan Malaysia, yang menjadi bagian penting dalam kajian ekonomi publik.

Dalam forum tersebut, mahasiswa Ekonomi Pembangunan FEB Unisba memaparkan berbagai informasi terkait perkembangan anggaran pemerintah Indonesia. Paparan mencakup proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kebijakan alokasi anggaran, program prioritas nasional, serta prinsip-prinsip tata kelola keuangan negara yang diterapkan dalam pengelolaan fiskal.

Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari dua perguruan tinggi dalam suasana diskusi akademik yang dinamis. Dari pihak Malaysia, Zulkhairi Bin Nisa menyampaikan materi mengenai sistem penganggaran pemerintah Malaysia. Ia mengulas berbagai aspek penting, mulai dari fondasi pengelolaan keuangan negara, perkembangan pendapatan dan pengeluaran pemerintah, strategi pengelolaan defisit anggaran, hingga kondisi rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di kawasan ASEAN.

Sementara itu, mahasiswa Unisba yang diwakili oleh Freya Helga P. dan Bunga Wiati M. menyajikan analisis komprehensif mengenai kondisi keuangan negara Indonesia. Presentasi tersebut merupakan bagian dari Mata Kuliah Ekonomi Publik yang dibimbing oleh Asnita Frida Br. Sebayang.

Selain memperkaya wawasan mahasiswa mengenai kebijakan fiskal, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, dan kolaborasi dalam lingkungan akademik internasional. Diskusi yang berlangsung memungkinkan mahasiswa memahami perbedaan maupun kesamaan pendekatan pengelolaan keuangan negara yang diterapkan di kedua negara.

Pemanfaatan fasilitas hybrid class yang dimiliki Unisba turut mendukung kelancaran kegiatan. Teknologi pembelajaran tersebut memungkinkan interaksi antara mahasiswa dan dosen dari Indonesia serta Malaysia berlangsung secara efektif, interaktif, dan produktif meskipun berada di lokasi yang berbeda.

Melalui joint lecture ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi akademik di bidang ekonomi publik, tetapi juga pengalaman belajar lintas negara yang dapat memperluas perspektif global serta meningkatkan kemampuan analisis terhadap berbagai isu kebijakan fiskal di tingkat regional dan internasional.(ask)***

Leave a Response