Bandung Raya

Hilangnya Etika di Zaman Modern dalam Perspektif Agama

235views

Ditulis Oleh: H. Iding Mashudi
Tanggal: 14 November 2025

BANDUNGPOS ID.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, berbagai perubahan besar terjadi dalam pola interaksi masyarakat. Salah satu fenomena yang sering dibicarakan adalah hilangnya etika dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pihak yang menilai bahwa degradasi moral ini tidak hanya muncul di ruang publik, tetapi juga merambah ke lingkungan keluarga, pendidikan, hingga media sosial.

Kemudahan akses digital membuat masyarakat dapat menyuarakan pendapat tanpa batas. Namun, kebebasan tersebut sering disalahgunakan. Kritik yang seharusnya membangun justru berubah menjadi hujatan, fitnah, dan kebencian. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa etika bermedia sosial sedang mengalami kemerosotan yang cukup diterima.

Dalam perspektif agama, etika merupakan landasan penting yang harus dijaga oleh setiap individu. Semua agama pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai kesopanan, saling menghormati, serta menjaga lisan dan tindakan. Ketika prinsip-prinsip itu ditinggalkan, dampaknya tidak hanya dirasakan secara pribadi, namun juga merusak tatanan sosial secara keseluruhan.

Para tokoh agama menilai hilangnya etika terjadi karena semakin jauhnya manusia dari nilai-nilai spiritual. Norma agama yang seharusnya menjadi pedoman hidup sering kali kalah oleh gaya hidup instan dan pragmatis. Kehidupan modern yang serba cepat membuat sebagian orang tidak lagi mempertimbangkan konsekuensi moral dari setiap perbuatannya.

Di sisi lain, budaya kompetitif yang tinggi dalam dunia kerja dan pendidikan juga mempengaruhi pola perilaku masyarakat. Banyak orang merasa dituntut untuk menunjukkan pencapaian dan pengakuan, sehingga mengutamakan sikap rendah hati, kesantunan, dan empati. Lingkungan seperti ini memunculkan sikap individualistis yang berpotensi mengikis etika.

Pemuka agama menegaskan bahwa menjaga etika adalah bagian dari ibadah. Setiap tindakan, mulai dari berbicara, berdiam diri, hingga bermedia sosial, harus didasarkan pada kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Ketika etika dikembalikan pada nilai-nilai agama, maka kondisi sosial masyarakat akan lebih harmonis dan saling menghargai.

Permasalahan etika pada generasi muda juga menjadi perhatian serius. Minimnya karakter pendidikan serta pengawasan orang tua membuat anak-anak mudah terpengaruh oleh tontonan negatif yang bebas diakses. Agama pentingnya pentingnya pendidikan akhlak sejak dini sebagai langkah mencegah perilaku buruk di kemudian hari.

Selain itu, diperlukan peran aktif dari lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan keluarga dalam memperkuat budaya etis. Kampanye literasi digital yang beretika menjadi urgensi karena ruang digital kini telah menjadi bagian besar dari kehidupan manusia. Nilai-nilai agama harus terus dihidupkan agar masyarakat tidak kehilangan arah moral.

Pada akhirnya, hilangnya etika di zaman modern tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Agama hadir sebagai kompas moral yang menuntun kehidupan manusia yang lebih teratur dan menuju ke arah yang aman. Dengan menempatkan etika sebagai bagian penting dari praktik keagamaan, masyarakat diharapkan mampu membangun kembali budaya saling menghormati dan menjaga keharmonisan di tengah perkembangan zaman.

Leave a Response