Kolom Sosial Politik

Yastrib: Peringatan 1 Muharam

363views

Yastrib: Peringatan 1 Muharam

Oleh: Ridhazia

Madinah saat itu bernama Yatsrib menjadi alternatif kota hijrah Rasulullah Muhammad. Sekaligus menjadi momentum perjalanan bersejarah yang menandai Tahun Baru Islam 1 Muharam pada tahun 622 M.

Jarak hijrah dari Mekah ke Madinah yang harus ditempuh Nabi Muhammad sekitar 450-500 kilometer dengan berjalan kaki atau menggunakan hewan unta.

Perjalanan diperkirakan ditempuh dalam waktu sekitar 16 hari melewati padang pasir yang gersang dan alam yang tidak bersahabat.

Nabi dan kafilah yang terpilih melewati gunung bebatuan yang terjal. Dalam perjalanan itu, jika di siang hari panas, malam hari gelap dan dingin hanya menggunakan unta, bahkan berjalan kaki secara beriringan.

Asal Usul Hijrah

Kata “Hijrah” dalam bahasa Arab berarti berpindah atau meninggalkan sesuatu.

Dalam konteks ini, hijrah dimaknai sebagai perpindahan dari kondisi yang tidak baik menuju kondisi yang lebih baik, baik secara fisik maupun spiritual.

Meskipun hijrah terjadi pada bulan Rabi’ul Awwal, bulan Muharram dipilih sebagai awal tahun dalam kalender Hijriah.

Asal usul Muharram karena bulan Muharam salah satu dari empat bulan haram (suci) dalam Islam yang dimuliakan. Juga berdekatan dengan bulan Dzulhijjah di mana ibadah haji dilaksanakan.

Dengan demikian, 1 Muharram memiliki makna historis dan spiritual yang mendalam bagi umat Islam sebagai awal tahun baru dan pengingat akan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad.

Hijrah Politik

Para ulama dan penafsiran sejarah mengungkapkan perpindahan dari Mekah ke Madinah bukan perpindahan biasa sebagaimana migrasi dari suatu tempat ke tempat lain, tetapi perintah Allah SWT.

Itu sebabnya, perjalanan itu menandai awal tahun kalender Hijriah dan menjadi tonggak penting dalam penyebaran agama Islam secara politik. Dan, Madinah menjadi “kota politik” dalam konteks sejarah Islam.

Setelah hijrah, Nabi Muhammad menjadikan Madinah sebagai pusat pemerintahan dan strategi penyebaran agama Islam. Bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat kekuatan politik dan militer yang mengukuhkan posisi Islam.

Piagam Madinah

Piagam Madinah menjadi dasar konstitusi negara yang mengatur hubungan antar berbagai suku dan agama di kota ini sebagai kesatuan politik dan sosial. Apalagi penduduk Madinah, yang disebut Anshar, telah menunjukkan penerimaan dan dukungan terhadap Islam.

Dari Madinah pula Islam menyebar ke seluruh Jazirah Arab dan dunia, sebagai pusat kekuatan politik. Bahkan memiliki peran sentral dalam sejarah politik Islam dunia hingga saat ini.

Dari momen hijrah terjadi proses penyebaran agama Islam dan perluasan pengaruh dan nilai ajaran Islam. *

 * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response