Subang, BandungPost (15/6/2025). Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, turut menghadiri acara peletakan batu pertama dan sosialisasi program Kampung Ikan Damandiri.
Acara penting ini berlangsung di Ballroom Laska Hotel pada Kamis (12/06/2025), dengan lokasi utama program di Kampung Poncol, Kelurahan Pasirkareumbi.
Acara yang bertema Damandiri Membangun Desa Ground Breaking dan Sosialisasi Program Pembangunan Kampung Ikan Damandiri berlangsung di Ballroom Laska Hotel Subang pada hari Kamis, 12 Juni 2025 dihadiri oleh sejumlah pejabat dari pemerintah daerah Kabupaten Subang : Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua KADIN, Camat Kecamatan Subang dan Lurah Pasirkareumbi turut menghadiri acara ini.
Sementara dari jajaran pengurus Yayasan Damandiri tampak hadir Letjen TNI (Purn) Sugiono, (mantan Kasum TNI), Dr. Fuad Bawazier (mantan Menteri Keuangan) dan Retnosari Widowati Harjojudanto (Eno Sigit, cucu mantan presiden Suharto).
Ketua Yayasan Damandiri, Letjen TNI (Purn.) Sugiono, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pendirian Kampung Ikan ini adalah bagian dari komitmen yayasan untuk memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Yayasan ini adalah yayasan bungsu yang didirikan oleh Almarhum Bapak Soeharto. Kami yakin Subang harus berhasil. Rencana kami membangun kampung ikan ini agar apa yang kami lakukan dapat memberi manfaat nyata, tidak hanya hari ini, tapi juga untuk anak cucu kita ke depan,” ujar Sugiono penuh harap.
Sementara itu, Wakil Bupati Subang, yang akrab disapa Kang Akur, menyampaikan apresiasi tinggi dan harapan besar atas kehadiran program Kampung Ikan di Subang.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, saya berterima kasih kepada Yayasan Damandiri yang telah memilih Subang sebagai lokasi program Kampung Ikan ini. Ini adalah berkah, tidak hanya untuk budidaya ikan air tawar, tetapi juga dalam upaya pemberdayaan masyarakat, peningkatan ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kang Akur menekankan pentingnya program ini untuk direplikasi di wilayah lain di Subang.
“Mudah-mudahan nantinya ikan tidak hanya berasal dari Pasirkareumbi, tetapi juga dari kelurahan, desa, bahkan rumah-rumah masyarakat yang bisa melakukan budidaya secara mandiri. Dengan begitu, seluruh masyarakat Subang bisa merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Kang Akur juga berharap program Kampung Ikan ini bisa menjadi pemicu gerakan serupa di berbagai wilayah Kabupaten Subang, termasuk Subang utara dan selatan, dengan memanfaatkan komoditas lokal yang potensial.
“Semoga program ini berhasil dan memberikan manfaat luas, menjadi contoh nyata bahwa pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal benar-benar bisa diwujudkan,” tutupnya.
Direktur Pandawa Farm & Fisheries, Dian Kustiadi menyatakan bahwa kehadiran program Kampung Ikan Damandiri sangat selaras dengan visi perusahaan dalam menciptakan ekosistem perikanan yang mandiri, inklusif, dan ramah lingkungan.
Selama ini Pandawa aktif membina petani ikan kecil di wilayah Subang, juga membuka peluang kolaborasi lebih luas bersama Kampung Ikan Damandiri, termasuk dalam hal penyediaan benih unggul, pelatihan teknis, serta penerapan teknologi bioflok yang ramah lingkungan. (IS)





