Kesehatan Wanita

5 Manfaat Buah Manjakani untuk Kesehatan Wanita

237views

BUAH Manjakani merupakan buah yang berasal dari tanaman obat Quercus infectoria. Buah ini mudah ditemukan di berbagai negara, seperti Yunani, Iran, dan beberapa negara di benua Asia. Hingga saat ini, buah manjakani disebut-sebut memiliki banyak manfaat bagi kesehatan wanita. Terutama bagi kesehatan pada area kewanitaan.

Hal ini lantaran kandungan antioksidannya yang tinggi, beserta kandungan senyawa flavonoid dan fenolik di dalamnya. Menariknya lagi, manjakani juga mengandung beberapa mineral penting. Mulai dari magnesium, fosfor, zinc, kalium, kalsium, hingga zat besi. Namun, kira-kira apa saja manfaat buah manjakani bagi kesehatan wanita? Yuk, simak informasinya di sini!

Manfaat Buah Manjakani bagi Kesehatan Wanita

Terdapat beberapa manfaat buah manjakani bagi kesehatan wanita, antara lain:

1. Mengatasi Keputihan Akibat Infeksi Jamur
Salah satu manfaat manjakani untuk kesehatan wanita adalah berfungsi sebagai obat untuk mengatasi keputihan akibat infeksi jamur, seperti candidiasis. Kandidiasis vagina ditandai dengan keputihan dan beberapa gejala lain. Contohnya seperti rasa gatal, sakit ketika berhubungan seksual, bengkak, atau kemerahan pada vagina.
Penelitian telah menunjukkan, bahwa ekstrak manjakani terbukti ampuh untuk mengatasi keputihan akibat infeksi jamur Candida. Kendati demikian, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan guna mengetahui efektivitas ekstrak manjakani untuk mengatasi penyakit infeksi.

2. Mampu Mengencangkan Area Kewanitaan
Manfaat dari ekstrak buah manjakani jika digunakan sebagai gel topikal dapat mengencangkan vagina dan mengembalikan elastisitasnya. Menariknya lagi, penggunaan gel topikal ekstrak manjakani juga dikabarkan dapat mengurangi kekeringan dan meningkatkan pelumasan.
Selain itu, manjakani diketahui mengandung zat tanin yang mampu membantu meremajakan area kewanitaan. Alhasil, mengoleskan ekstrak manjakani atau mengonsumsi manjakani secara rutin, diharapkan dapat mengencangkan otot di area kewanitaan dan membuatnya menjadi elastis kembali.

3. Menurunkan Risiko Osteoporosis
Osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang rentan menyerang wanita, terutama yang sudah berusia 65 tahun ke atas. Perlu diingat bahwa osteoporosis adalah kondisi di mana seseorang mengalami penurunan kepadatan tulang sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh.
Nah, buah manjakani diduga bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan sendi dan tulang, sehingga dapat menurunkan risiko osteoporosis. Hal ini berkat kandungan antioksidan yang tinggi pada buah manjakani, sekaligus berbagai mineral penting seperti kalsium di dalamnya.

4. Melawan Sel Kanker
Buah manjakani mengandung senyawa antioksidan yang tinggi sekaligus senyawa anti radang yang dapat menekan sel kanker. Hal ini telah dibuktikan melalui beberapa studi laboratorium yang menunjukkanm, bahwa ekstrak manjakani bermanfaat dalam menghambat pertumbuhan dan melawan sel kanker. Namun, penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi manfaat manjakani dalam melawan kanker masih dibutuhkan.

5. Menyembuhkan Luka

Buah manjakani memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang sangat baik sehingga dipercaya dapat mengobati luka akibat infeksi bakteri. Tak hanya itu, ekstrak manjakani juga dipercaya dapat mengobati sakit gigi dan radang gusi.

tulah beberapa manfaat dari buah manjakani bagi kesehatan wanita. Mulai dari mengatasi keputihan akibat jamur, mengencangkan area kewanitaan, menurunkan risiko penyakit osteoporosis, melawan sel kanker, hingga menyembuhkan luka. Selain beberapa manfaat tersebut, masih ada beberapa manfaat kesehatan dari buah manjakani lainnya. Misalnya seperti menjaga kesehatan gigi, dan meredakan gejala radang tenggorokan.

Kendati demikian, banyak manfaat kesehatan buah manjakani yang memerlukan penelitian lebih lanjut terkait efektivitasnya. Karenanya, jika kamu ingin mengonsumsi atau mengoleskan ekstrak buah manjakani untuk mengatasi masalah pada area kewanitaan, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu penggunaannya dengan dokter.**(Artikel di atas sudah ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim/Sumber: Halodoc.com)

Leave a Response