Nasional

Tak Hanya Diikuti Siswa/i Muslim, Ribuan Peserta Lolos Seleksi Administrasi Festival PAI 2022

160views

Jakarta, BANDUNGPOS.ID – Kementerian Agama telah mengumumkan 7.826 siswa lolos seleksi administratif pada tahap pendaftaran peserta Festival Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun 2022, tempo hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 50 siswa beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

“Kami identifikasi, festival PAI 2022 tidak hanya diikuti siswa muslim, tapi ada juga dari siswa beragama lainnya, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan juga Konghucu,” kata Kasubdit PAI SMA/SMLB Kemenag, Abdullah Faqih, di Jakarta, Minggu (18/9/2022).

“Mereka saat ini bersama ribuan peserta yang lain, tengah mengikuti coaching dan mentoring penguatan moderasi beragama,” ujarnya.

Menurut Faqih yang juga penanggung jawab Festival PAI 2022, pihaknya sejak awal memberi kesempatan kepada semua siswa SMA/SMK dari berbagai latar belakang agama ikut serta dalam festival ini.

Dia berharap ajang ini sekaligus bisa menjadi media komunikasi dan saling memahami perbedaan antarsiswa.

“Kami tentu sangat mangapresiasi kesediaan dan langkah siswa yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu untuk mengikuti pendaftaran Festival PAI Tahun 2022 ini. Secara konseptual, Festival PAI ini memang tidak hanya dapat diikuti siswa beragama Islam saja,” katanya.

Keikutsertaan mereka ia harap dapat bersahabat, meski terdapat perbedaan keyakinan di antara mereka.

Jadi, menurut dia, perbedaan bukan menjadi penghalang untuk saling bersahabat dan berkolaborasi,” lanjutnya.

Di Festival ini, lanjutnya, para pelajar diberi ruang berinteraksi secara positif melalui kompetisi dengan tema moderasi beragama.

“Kami buka kesempatan seluasnya untuk siswa dengan latar belakang agama yang berbeda agar ajang ini menjadi panggung dan momentum bersama untuk lebih saling menghargai perbedaan dan bertoleransi,” papar Faqih.

Ia menjelaskan, Festival PAI SMA dan SMK Tahun 2022 menggelar tiga kompetisi yang dapat diikuti secara perorangan maupun grup, yaitu Debat Isu Islam Kontemporer (Islamic Trending Issue Debate Competition), Cipta Konten Islami di Media Sosial (Islamic Content Creator Challange on Social Media), dan Proyek Inovasi Moderasi Beragama (Moderasi Beragama Innovation Project).

“Teman-teman yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, bisa ambil bagian pada tema yang mereka anggap relevan,” katanya.(skn/bp)

Leave a Response