Nasional

222 Kab/Kota Tidak Bisa Terima Siaran TV Analog

378views

JAKARTA. BANDUNGPOS.ID : Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi  dan Inforasi RI (Kominfo)  dengan tegas  menghentikan siaran TV Analog untuk wilayah Jakarta, Bogor dan Bekasi per 2 Mei 2022 atau mula Rabu kemarin. Hal itu dibenarkan oleh Direktur Pengembangan Pitalebar, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, Marvels Situmorang. “Berdasarkan UU 11 dan PP 46, siaran analog harus dihentikan pada 2 November 2022 pukul 24.00,” kata dia saat dihubungi pers, Senin 31 Oktober 2022.

 Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika  Johnny G Plate mengatakan bahwa ada 514 kabupaten dan kota di Indonesia yang melakukan ASO. Sebanyak 222 wilayah di antaranya akan melakukan migrasi ke TV digital pada 2 November 2022. Wilayah ini termasuk 9 kabupaten di Jabodetabek dan 173 wilayah yang tidak dijangkau layanan TV terresterial. “Jabodetabek yang terdiri dari 9 kabupaten dan kota akan dilaksanakan ASO pada 2 November 2022, dan 173 kabupaten dan kota non-terrestrial service atau tidak ada layanan TV terrestrial. Dengan demikian, ada 222 kabupaten kota yang total ASO (2 November),” kata Johnny, 25 Oktober 2022 lalu. Adapun mekanisme penghentian siaran TV Analog Analog Switch Off (ASO) dipastikan akan tetap dilakukan pada 2 November 2022 secara bertahap.

Disebut bertahap lantaran distribusi set-top-box (STB) atau alat untuk mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara agar dapat ditampilkan di TV analog  belum tuntas. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menuturkan, distribusi STB belum diselesaikan oleh beberapa TV swasta.

Namun, STB yang didistribusikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah selesai.

“Kesimpulannya, peralihan dari (TV) analog ke digital akan dilaksanakan pada 2 November dan dimulai secara bertahap karena masih (ada) beberapa hal yang harus disiapkan,” kata dia.  Total, ada 514 kabupaten dan kota di Indonesia yang melakukan ASO. Sebagian dilakukan pada 2 November 2022 dan sebanyak 292 wilayah lainnya akan dilakukan setelah 2 November 2022, sesuai dengan kesiapan wilayah terkait.

 Wilayah Jakarta dan kab/kota di sekitarnya   merupakan wilayah siaran yang menjadi fokus implementasi ASO oleh Kominfo saat ini. Selain menyempurnakan infrastruktur MUX di wilayah ring roud Jakarta , Kominfo dan TV swasta juga membagikan STB bagi rumah tangga miskin.

Menurut Johnny, distribusi STB bagi keluarga miskin di wilayah Jakarta dan kota/kabupaten di sekitarnya  sudah mencapai 98,44 persen dari rasio 359.617 unit kewajiban Kominfo.

“Distribusi telah mencapai 98,44 persen dengan rasio pemerintah menyiapkan sebanyak 359.617 unit set top box dan seluruh penyelenggara multipleks menyediakan 112.484,” jelasnya.   Dari total 479.000 rumah tangga miskin di  Jabotabek itu , Kominfo bertugas  menyiapkan 76 persen STB, sementara TV swasta menyediakan 24 persen.

 Sebelumnya BANDUNGPOS.ID memberitakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang melakukan tahapan menghentikan siaran TV analog. Kini telah mamasuki tahap dua di sejumlah daerah.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menghentikan siaran TV analog tahap pertama untuk 56 wilayah pada 30 April 2022 lalu.

Adapun penghentian siaran TV analog selanjutnya akan menyasar 25 wilayah siaran di 65 kabupaten/kota yang dijadwalkan pada 2 November 2022.

Berdasarkan jadwal yang tertulis dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor 11 Tahun 2021, penghentian siaran TV analog tahap dua akan berlangsung pada 25 Agustus 2022.

Pemerintah melalui Kominto menegaskan, migrasi TV analog ke TV digital hanya tersisa beberapa hari lagi. Selanjutnya Pemerintah akan menerapkan metode multiple Analog Switch Off (ASO) sebagai langkah migrasi layanan dari TV analog ke TV digital.

Multiple ASO merupakan peralihan dari siaran TV analog ke siaran TV digital berdasarkan kesiapan setiap wilayah dari Pemerintah Daerah setempat. Pemerintah menjadikan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) sebagai percontohan pertama.**(rm/bp).

.

Leave a Response