Kesehatan

10 Penyebab Nyeri Dada Kanan-Kiri yang Hilang Timbul

51views

Oleh: Siti Putri Nurmayani –   

NYERI dada menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami. Namun, gejala nyeri dada ini umumnya akan berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin merasa nyeri dada sebelah kiri hilang timbul, tapi sebagian lainnya merasakan nyeri dada sebelah kanan hilang timbul. Kondisi tersebut juga sering dianggap sebagai tanda dari serangan jantung. Padahal, ada banyak hal yang bisa menyebabkan nyeri dada.

Menurut dr. Atika, nyeri dada yang dialami di bagian kanan atau kiri perlu segera diperiksa untuk mengetahui apakah gejala ini berbahaya atau tidak. “Perlu dilakukan anamnesis (wawancara), misalnya sudah berapa lama nyeri dada muncul, bagaimana nyeri dada muncul, karakteristik nyerinya seperti apa, dan disertai gejala lain atau tidak. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan penunjang,” tuturnya.

Setelah dilakukan hal-hal tersebut, baru bisa diketahui penyebab munculnya nyeri dada tersebut. Berikut sejumlah penyebab nyeri dada kanan-kiri yang hilang timbul:

Penyebab Nyeri Dada Kanan-Kiri yang Hilang Timbul

Ada banyak penyebab penyebab nyeri dada hilang timbul dan berpindah-pindah, berikut beberapa penyebabnya.

  1. Serangan Jantung

Sakit dada kiri hilang timbul bisa disebabkan oleh serangan jantung. Ketika otot jantung tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup, ini bisa menyebabkan arteri koroner tersumbat, sehingga tidak bisa memasok darah ke jantung. Ciri dari gejala serangan jantung ini adalah dada sebelah kiri nyeri hilang timbul, kemudian menjalar ke lengan, leher, bahu, dan perut. Umumnya, penyakit ini juga disertai dengan tanda lain, seperti kepala terasa pusing, mual dan muntah, sesak napas, dan keringat dingin.

  1. Penyakit Arteri Koroner

Arteri koroner yang tersumbat bisa mengakibatkan dada kiri nyeri hilang timbul. Penumpukan kolesterol dalam tubuh bisa membuat pembuluh darah menjadi lebih sempit. Tak heran, jalur darah pun tersumbat sehingga sulit untuk membawa darah ke jantung. Kondisi ini bisa menjadi lebih buruk ketika Anda sedang berolahraga. Soalnya, otot jantung tidak bisa mendapatkan cukup darah karena arteri koroner yang tersumbat.

  1. Perikarditis

Ketika bagian perikardium atau selaput yang membungkus jantung mengalami peradangan, ini bisa menyebabkan rasa sakit yang tajam di dada. Kondisi ini disebut dengan istilah perikarditis. Gejala dari penyakit ini adalah nyeri dada tengah hilang timbul yang menyebar ke dada kiri dan pundak, dada berdebar-debar, dan sesak napas yang terasa semakin berat ketika berbaring.

  1. Kardiomiopati Hipertrofik

Sakit dada sebelah kiri hilang timbul bisa diakibatkan oleh kardiomiopati hipertrofik. Kondisi ini terjadi ketika dinding otot ventrikel pemompa yang menjadi tebal dan kaku. Saat mengalami hal tersebut, sulit untuk darah bisa masuk ke dalam atau keluar dari jantung. Nantinya, jantung pun tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

  1. Diseksi Aorta

Menurut Dokter Atika, nyeri dada kiri hilang timbul bisa terjadi karena diseksi aorta. Hal ini ditandai dengan dinding aorta yang robek, sehingga membuat lapisan-lapisan dinding tersebut terlepas satu sama lain. Penderita akan mengalami nyeri yang sangat kuat dan muncul sensasi robekan. Umumnya, rasa sakit ini akan menyebar dari dada, punggung, dan di antara tulang belikat.

  1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

(Foto: Shutterstock)

Nyeri dada hilang timbul bisa menjadi tanda asam dari perut yang naik ke kerongkongan. Ini membuat penderitanya mengalami sensasi terbakar atau sesak di bawah tulang dada. Jika nyeri dada disebabkan oleh GERD, maka rasa sakit ini akan lebih parah ketika kamu berbaring. Ini juga bisa terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu atau makan pedas.

  1. Batu Empedu

Batu empedu bisa menyebabkan terjadinya sumbatan dan menyebabkan sakit di bawah tulang rusuk sisi kanan. Pada dasarnya, batu empedu terbuat dari sebagian besar kolesterol. Rasa sakit akibat batu empedu bisa terasa sangat parah dan berlangsung selama berjam-jam.

  1. Hipertensi Paru

Hipertensi paru atau hipertensi pulmonal bisa menyebabkan terjadinya nyeri dada. Ketika terjadi tekanan darah tinggi di arteri pulmonal, menyebabkan pembuluh darah menjadi sempit. Padahal, pembuluh darah tersebut berfungsi untuk membawa darah ke paru-paru untuk menukar karbondioksida dengan oksigen. Ketika kondisi ini terjadi, terjadi peningkatan tekanan pada arteri paru-paru yang menyebabkan jantung kanan harus memompa darah lebih keras ke paru-paru. Tentunya, otot jantung bisa melemah dan menyebabkan nyeri dada.

  1. Tulang Rusuk Patah

Kecelakaan bisa membuat patahnya tulang rusuk yang melindungi dada. Tentunya, ini bisa menimbulkan nyeri di dada. Tak jarang, rasa sakit ini akan semakin parah, terutama ketika Anda menarik napas secara dalam. Bila merasakan gejala tersebut, segera minta bantuan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

  1. Serangan Panik

Perasaan cemas dan takut yang terjadi dalam jangka pendek dan tidak terduga bisa menyebabkan nyeri dada. Rasa nyeri yang muncul ini umumnya terasa seperti serangan jantung. Umumnya, serangan panik ini bisa dipicu oleh kekhawatiran atau situasi stres. Gejalanya juga disertai dengan detak jantung yang lebih cepat dan muncul rasa pusing.

Cara Mengatasi Nyeri Dada

Pada dasarnya, cara mengatasi nyeri dada sebelah kiri hilang timbul perlu disesuaikan dengan penyebab dari nyeri yang dialami. Oleh karenanya, penting untuk segera meminta bantuan dokter ketika Anda mengalami nyeri dada kanan dan kiri yang hilang timbul. Nantinya, dokter akan mendiagnosis dan menetapkan perawatan yang tepat untuk dilakukan, baik itu prosedur pembedahan atau pemberian obat nyeri dada sebelah kiri hilang timbul.

Jaga kesehatan Anda  dengan hubungi dokter jika mengalami nyeri dada yang berlangsung lebih dari 5 menit dan tidak hilang meski sudah istirahat.**(Sumber: KlikDokter/Tulisan sudah ditinjau oleh: dr.Atika/bnn/jit)

 

 

 

Leave a Response