Daerah

10 Juta Rupiah untuk  Desa Tanpa Sampah

241views

Hadi Sulistio

Hadi Sulistiyo Ketua RW.03, Pimpro Pengolahan Sampah PPL-03

GARUT, BANDUNGPOS.ID:  Pemerintah Desa Rancasalak, Kadungora,Kabupaten Garut  mengocorkan tidak kurang  Rp 10 Juta untuk rehab dan memaksimalkan bak pengolahan sampah yang terletak di Rukun Warga (RW.03), nantinya bak sampah yang didesain representatif itu akan melayani sebanyak 4 rukun warga (RW) di desa itu guna menciptakan K-3 (Keindahan, Ketertiban dan Keamanan) yang ideal.  Empat RW yang sudah menjalin kerjasama dengan pengelola sampah di RW.03 Pemuda Pecinta Lingkungan (PPL-03)  yanki RW.01, RW.04,  RW.05  dan RW,03 sendiri.

Sementara Kasie Pemerintahan Desa Rancasalak, Dede,mengungkan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya PPL-03 yang terus melakukan pembenahan pelayanan kepada masyarakat, dan diharapkan semakin profesional dalam pengelolaan dan pengolahan sampah, sehingga manjadi komuditi yang postif bagi kaum milinial di Desa Rancasalak.

Demikan diungkapkan Ketua RW.03, Desa Rancasalah, Hadi Sulistiyo, di sela-sela Rapat K-3  bertempat di Masjid Al-Ma’arif, Garut.

Sementara Ketua PPL-03, Alam Farizi selain akan memaksimalkan  Bak Pengelolaan sampah sepagai TPA ( tempat pembuangan akhir) dan pengolahan sampah, PPL-03 juga segera memaksimalkan alat angkut yang sebelumnya menggunakan  sepeda motor roda tiga dan menggantinya dengan mobil bak terbuka.

“ Bukan hanya mobil sebagai sarana angkut, kami juga membutuhkan pembinaan manajemen dari Dinas Lingkungan hidup dan instansi terkait, sehingga PPL-03 lebih proporsional dan profesonal, “ katanya.

 Seperti diberitakan Bandungpos.id sebelumnya, bahwa Desa Rancasalak, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, secara geografis berada di bawah Gununggede, berada Wilayah Garut dibagian Barat  dan diperbatasan Kabupaten Bandung, Daerahnya yang subur menjadikan desa ini tergolong desa modern, masyakarat yang berada di 16 RW (rukun warga)  mayoritas hidup bertani. Namun sejumlah RW masuk kategori mandiri, lahirnya banyak home industri, seperti pengrajin dodol, tas sekolah, pengepul tembakau, sehingga Desa Rancasalak  dikenal desa tampa pengangguran.  Rancalasalak ditetapkan sebagai juara II lomba desa tingkat Kabupaten Garut.

Kemajuan desa berdampak kepada masalah K3 ( Kebersihan, Keindahan, Ketertiban) masyarakat di lingkungan Desa Rancasalak, sampah menjadi masalah tersediri untuk diatasi. Kehadiran Pemuda Pecinta lingkunangan di RW-03 Rancasalak mampu mengentaskan Rancasalak dari  masalah sampah.  Alam Farizi tokoh pemuda adalah inisiator peduli lingkungan yang merubah sampah menjadi cuan, mencitakan lapangan kerja baru, dan menghadirkan Rancasalak tanpa sampah.

“ Tujuh tahun saya dan pemuda membersihkan sampah, awalnya hanya di RWK-03, sekarang berkembang di sejumlah RW menjadi endos  RW Bersih.  Sampah dikumpulkan dari rumah-rumah warga setiap Sabtu, lalau dipilah dan dijual kepada pengepul rongsokan,  sampah organik untuk pupuk dan sampah yang afkir dimusnakan, “katanya

Hasil penjualan sampah menurut Alam ia bagi untuk anggota, dan sisanya untuk kegiatan sosial seperti membantu warga yang sakit, kematian atau  untuk kegiatan peringatan hari besar keagamaan dan kenegaraan  tujuh belasan .

RW bersih dan tidak membuang sampah di sungai, selain warga RW-03,  sekarang menggurita RW  bersih di RW-05, RW-01,dan RW-004. Segera menyusul 12 RW yang lain. **(rm/bp)

 

 

Leave a Response